88 Puisi tentang Ibu Yang Menyentuh Hati

puisi tentangibu 3bait dan Informasi tentang 88 Puisi tentang Ibu Yang Menyentuh Hati masuk dalam katagori . Semuanya ada di Kepodia !.
loading...

Kepodia.net – Lagi Kangen Ama Ibu ? Lagi Rindu Ama Ibu? Berikut ini adalah 88 Puisi Tentang Ibu yang Menyentuh hati.

Selalu Ada Senyum – oleh Kurnia Habibah

Untuk dia yang telah maksimal menjagai
Tak terasa gadis mungil kini telah dewasa
Meski mulai mandiri, engkau masih sangat didambakan disisiku
Terimakasih telah merawat tubuh ini bunda
Telah menemani jiwa ini
Mengenalkanku pada Robbi
Tuhan Yang Mengusai Jagad ini
Bundaku sayang
Tetap tegar saat aku harus melangkah jauh
Tak selamanya kita akan bersama
Namun aku selalu berharap pada Rabbku
Engkau malaikat tanpa sayap yang tak terganti
Bersama ayah kau didik kehidupanku
Mengenal Rasul yang aku kagumi
Karena senyumku selalu ada untuk kalian ayah bunda

Selalu Ada Senyum – oleh Kurnia Habibah
Kontak penulis : 085728261135
(Ig: @k_nia.h; twitter: @habibah_ku;
blog: kurniahabibahblogspot.com)
Alamat : Desa Kenteng RT02 RW 03
Kec. Purwantoro Kab.Wonogiri

Doa Untukku – oleh Nur Asia

Ku dengar kata-kata indah itu mengalun untukku,
Yang setiap malam kau panjatkan untukku,
Berharap sang pencipta mendengar semua harapan indah yang pastinya hanya untukku,

Walau kadang ku tak patuh padamu, membentakmu, dan tidak mendengar nasehatmu,
Namun engkau tetap berdoa untukku,
Berdoa untuk suksesku, bahagiaku, dan keselamatanku,

Dapatkah aku membalas jasa-jasa mu?
Walau seribu koin emas kuberikan untukkmu,
Walau menara ku bangun untukmu,
Jasa-jasamu tak terbayarkan dengan semua itu,

Terima kasih Ibu,
Doamu akan jadi pelita hidupku,
Penerang untuk masa depanku,
hingga aku kelak sepertimu menjadi seorang ibu.

Doa Untukku – oleh Nur Asia
Polewali, Sulawesi Barat
fb: Asya

Surat kecil untuk ibu – oleh Siti Sumita Harahap

Ibu,kerinduan ku tak terungkapkan
Bening an air mata ku menceritakan kesedihan
Ari whudu ku menggambarkan doa ku
Yang kian meminta kehadiran mu
Aku rindu akan belaian tangan mu
Rindu hangat nya pelukan mu
ibu, aku meminta kehadiran mu
Tetapi kenapa waktu itu tak kunjung tiba
Bukan kah aku selalu meminta
Ibu, kesunyian slalu menerkam jiwaku
Ibu, datang lah dengan cinta
Dan kasih sayang mu
Aku menunggu mu ibu.

Surat kecil untuk ibu – oleh Siti Sumita Harahap
Medan
fb: Siti sumita Hrp

Setetes air mata – oleh Hanim Fatmawati

setetes air mata seorang ibu
gejola hati yang seakan akan ingin menjerit
air mata terus mengair
membasahi kedua pipinya
yang sangat lembut
dimalam yang sunyi gelap gurita
kedinginan yang merada ditubuhnya
hati yang terluka terhanyut dalam kesedihan
seorang ibu terus
meneteskan air mata
dan ia mulai bertanya
kepada seorang anak
ia mulai mengucapkan
kata kata dengan lisan
mulutnya seakan akan ingin marah
penderitaan yang dirasakan
ia mulai berbaring
dan meneskan air mata
apa ia rasakan
dan mulai merenung dan diam
tanpa kata kata

Setetes air mata – oleh Hanim Fatmawati
Madiun
fb: hanim fatmawati

Ibuku – oleh Nailiy Lailatul Azizah

Ibuku
Kau yang telah melahirkan ku
Kau yang telah membesarkan ku
Kau pula yang telah merawat ku
Merawat ku dari kecil hingga menjadi seperti ini
Terima kasih ku katakan padamu ibuku

Oh ibuku……
Tanpa mu aku tidak akan menjadi seperti ini
Ibuku tercinta
Tanpa mu melahirkan ku aku tidak akan bisa untuk hidup di Dunia ini
Ibuku tersayang

Terima kasih ku katakan padamu sekali lagi
Terima kasih yang sebesar besarnya
Hingga tak terhingga rasa terima kasih ku padamu

Wahai ibuku kau adalah pahlawan hidupku

Ibuku – oleh Nailiy Lailatul Azizah
Depok
@saniaazka

========================

Ibu Tolong Aku – oleh Yanti Prawatie

Ibu..!!
Tolong…pinjamkan bahumu tuk ku bersandar saat ini..
Tolong…ajari aku cara cinta seorang ibu..
Tolong…salurkan sifat sutramu padaku.
Tolong…bimbing aku agar tegar dan kuat akan lika liku tentang hidup.
Tolong…tularkan energi positifmu padaku..
( Agar aku layak dipanggil dengan sebutan “IBU”)
Ibu..!!
Engkau panutan ku saat ini,sosok lemah lembut mu membuatku terkesima..
Akan kah aku bisa mewarisi sosok mu..??
Ibu..!!
Ku butuh pertolongan mu selalu.
Jangan pernah berhenti tuk menularkan ilmu pada peri kecilmu ini.

Ibu Tolong Aku – oleh Yanti Prawatie
Pontianak Kalbar

Ibu, malaikatku – oleh Mosdalifah

Ibu…
Disini kutulis cerita tentangmu
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak koyak oleh masa
Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta
Ibu…
Tanpa lelah kau layani kami
Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Kau terus berjalan diantara duri-duri
Ibu…
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu
Ibu..
Kau lah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayang
Sampai kapanpun itu..
Aku akan tetap mencintaimu..

Ibu, malaikatku – oleh Mosdalifah
Sepudi, Sumenep

Ibu, malaikatku – oleh Mosdalifah

Ibu…
Disini kutulis cerita tentangmu
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak koyak oleh masa
Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta
Ibu…
Tanpa lelah kau layani kami
Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Kau terus berjalan diantara duri-duri
Ibu…
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu
Ibu..
Kau lah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayang
Sampai kapanpun itu..
Aku akan tetap mencintaimu..

Ibu, malaikatku – oleh Mosdalifah
Sepudi, Sumenep

Setelah kepergianmu – oleh Fury Septiani

Setelah kepergianmu
Langit kini tak biru lagi
Derai tangis hujan tak pernah henti
Bahkan hati telah banjir airmata

Setelah kepergianmu
Keikhlasan seolah menghilang
Aku nyaris tak mengenal siapapun
Apakah mereka memelukku
Atau memeluk lalu menancapkan pisau di belakangku

Setelah kepergianmu
Banyak yang terjadi
Banyak duka yang kulalui
Katamu, aku harus kuat
Namun, nyatanya aku lemah tanpamu

Ibu…
Setelah kepergianmu
Aku selalu rindu

Setelah kepergianmu – oleh Fury Septiani
Polewali Mandar
Twitter: @_furyy

====================

Ibu Tolong Aku – oleh Yanti Prawatie

Ibu…
Tolong..pinjamkan bahumu tuk kubersandar
Tolong..bimbing aku agar tegar dalam hidup
Tolong..ajari aku cinta ibu.
(Agar aku layak dipanggil dengan sebutan “IBU”)

Ibu…
Engkau panutan buat ku
Sosok lemah lembutmu buatku terkesima
Akankah aku sanggup mewarisi sosokmu..?

Ibu…
Kubutuh pertolongan mu
Kudambakan belaianmu
Kurindu hangat pelukmu.

Ibu…
Jangan lelah tuk berikan energi ilmu
Pada peri kecil mu ini.

Ibu Tolong Aku – oleh Yanti Prawatie
Pontianak Kalbar

======================

Ibu, Aku akan bergerilya! – oleh David Victor

Pagi itu, ku dengar suara desing peluru berderu
Aku keluar dari bilik pintu rumah ku.
Ku dengar orang-orang berteriak: Maguwo dibom! Belanda melanggar perjanjian renville! Presiden dan wakilnya ditangkap! Panglima bergerilya!
Lalu ibu ku berkata: nak, masuk lah ke dalam, diluar tidak aman.
Aku tidak hiraukan, aku keluar berjalan mengikuti kerumunan orang-orang.
Banyak tentara berlari-lari menyandang senapan, pemuda-pemudi dengan ikat kepala merah putih.
Baku tembak dijalan malioboro, banyak yang gugur sebagai ratna, banyak yang lari memperjuangkan negara.
Senja itu aku kembali kerumah, ibu ku menatap ku dengan penuh arti: pergi lah nak, ikut lah berjuang bersama yang lain. Ibu mu disini hanya bisa berdoa.
Aku rebahkan kepala ku diatas meja, bimbang! Aku tinggal kan ibu ku yang hanya sebatang kara atau ikut berjuang.
Ibu ku mengusap kepala ku, memberi maksud penuh arti, berani melepas anak satu-satunya untuk ikut berjuang. Aku menatap ibu ku dengan penuh air mata berlinang. Ibu, Aku akan bergerilya!

Ibu, Aku akan bergerilya! – oleh David Victor
Jakarta
https://m.facebook.com/david.laluyanrompas

=======================

IBU – oleh Dahliah

Dia yang telah mengandungku sembilan bulan lamanya
Dia yang telah bertarung nyawa antara hidup dan mati untuk melahirkanku ke dunia ini
Dia yang tidak pernah letih menasehatiku
Dia yang telah merawatku dari bayi hingga aku tumbuh dewasa
Dialah Ibu…
Tanpa dia aku bagaikan rumah tak berpenghuni
Ibu…
inilah anak perempuanmu
Yang hanya bisa membuatmu sedih
Ibu…
Maafkan anakmu ini
karena belum bisa membuat mu bahagia
Ibu…
Hanya seuntai kata yang bisa ku ucapkan
Terima Kasih Ibu

IBU – oleh Dahliah
Makassar
FB:LheeYa DahliaJkp

===================

Jerit Batinku, Bu.. – oleh Siti Junewati

Kesalku, marahku, tangisku
Seakan tak terdengar
Tak terjamah.
Seolah – olah itu bukan hal penting dan patut dipahami
Pendapatku ?
Jangan tanya bahkan sama saja tak terdengarnya.
Tak akan dimengerti oleh ibuku.
Aku selalu bertanya kepada semesta
Mengapa aku memiliki ibu seperti ini ?
Apakah benar dia ibu yang terbaik bagiku ?
Bagiku dia sangat menyebalkan.
Tidak mau introspeksi diri.
Tidak suka dikritik, bahkan selalu merasa benar.
Seakan-akan semua anak remaja di dunia ini itu selalu salah.
Selalu tidak pintar.
Kau kerap kali bandingkan ku dengan anak tetangga, yang jauh lebih pintar
Jauh lebih – lebih diatasku.
Darahku kerap kali mendidih ketika aku dibandingkan dan tidak pernah dipuji.
Kau anggap anakmu ini tak punya hati apa ?
Kau pikir hati anakmu ini terbuat dari batu akik apa ?
Sakit bu. Sakit.
Terus saja kau goreskan lara dalam batinku ini.
Tak lelahkah mulutmu berucap demikian ?
Aku lelah bu. Aku lelah mendengar hujatanmu.
Aku lelah mendengar semua perkataan pedas tanpa perasaanmu padaku.
Lebih baik aku tuli.
Daripada aku selalu saja mendengar omelan dan akan menggoreskan lara yang sama pedihnya.
Salahkah aku berpikir demikian ?
Jahatkah aku ?
Dosakah semua perasaan lara ini ?
Lagi – lagi aku tak tahu apa jawaban pastinya.
Saat ini aku hanya percaya semesta.
Karena semesta hanya diam dan menyaksikan
Tanpa pernah memihak para manusia-manusia malang.

Jerit Batinku, Bu.. – oleh Siti Junewati
Surabaya
@junew2596
fb : junet wati

====================

Air mata ibu – oleh Agoes Darmawan

Berselimut kelam dan malam…
Hadirkan suara kaki saat mata mulai terpejam…
Aku lihat jam dilingkar tangan…
Tanda waktu larut malam…

Suara sendu dan usang itu…
Dikelip renta tulang belulang…
Dijatuhkannya dosa itu…
Dosa hamba dari anak tersayang…

Basah sekujur tubuh…
Tak ada sesuci air wudhu diwajah ibu…
Tunduh tanpa penghiatan…
Sejujur bibir yg selalu berdoa…

Tangis wajah letih…
Terbalut air dari mata air cintanya…
Tulus tanpa terkira…
Terasa lirih dan berkaca-kaca…

Air mata ibu – oleh Agoes Darmawan
Bekasi

=======================

Tanpa Ibu – oleh Zalfa Rahma Alifah

Dimalam yang gelap
Kuterbaring tidur sendirian
Tanpa ada dekapan
Dari ibu sang pedoman

Entah mengapa hati ini sepi
Tanpa ada engkau di sisi
Dahulu kau yang selalu menemani
Tapi kau yang memintaku untuk mandiri

Dalam setiap do’a yang ku ucap
Selalu terselip nama indahmu
Aku selalu berharap
Untuk bisa membanggakanmu

Tanpa Ibu – oleh Zalfa Rahma Alifah
Cihampelas,Bandung
@z_rahmaalifah

=========================

Rindu yang tiada henti – oleh Farma Yessi

ibu….
betapa rinduku padamu
sosok yang telah berjuang mengahadirkanku ke dunia ini
kini telah pergi untuk selama-selamanya
ibu..
begitu sulit menyembunyikan kesedihan ini ketika rindu hendak bertemu dengan dirimu
air mata terus mengalir, sesak dadaku menahan rindu yang tiada henti ini
ibu….kau tau
kini anakmu telah tumbuh dewasa
ingin rasanya ku persembahkan sebuah kebahagian untukmu
tapi apalah daya….dirimu telah pergi dari dunia ini
di kehinangan malam, ku berdoa untukmu
agar ibu bisa berada di surga-nya
ibu….ku ingin sekali merasakan pelukan hangatmu
belaian kasih sayang yang tiada tertandingi
ibu….jika Allah memperkenankan
ingin sekali rasanya dipertemukan olehmu dalam mimpiku
ibu….kaulah kerinduan tanpa henti

Rindu yang tiada henti – oleh Farma Yessi
Solok

=================

Ibuku sayang – oleh Agustina Wulandari

Ibu..
Kau adalah sosok terindah yang pernah ada.
Dimana aku berada kau juga akan tetap bersamaku.
Kasih sayangmu seperti udara, tak mampu aku membalasnya.
Kau selalu mengajakku berbicara, saat aku belum mengerti kata kata.
Kau bisa menggantikan siapapun di hidupku,
Tapi kau takkan pernah terganti.
Memang benar kasih dan sayang dari seorang kekasih bisa
pudar di telan waktu..
Tapi kasih dan sayangmu takkan pudar dengan seiring
berjalannya waktu..
Entah apa yang harus aku lakukan agar dirimu bahagia.
Aku ingin sekali engkau melihat anakmu yang hanya bisa merengek dan meminta padamu ini menjadi seseorang yang sangat berarti bagi orang lain.
Bukan hanya menyusahkanmu.
Ibuku sayang..
Aku sangat menyayangimu..
Tanpa do’amu aku takkan jadi seperti ini..
Tak pernah berhenti aku menyebut namamu dalam do’aku..
Aku bersyukur mempunyai sosok ibu yang sangat penyayang sepertimu.
Tak bisa ku melukiskan rasa sayangku ini dengan kata kata.
Aku sangat menyayangimu bu..
Tetaplah bersamaku.
Kasih sayangmu akan abadi selamanya..

loading...

Ibuku sayang – oleh Agustina Wulandari
Trenggalek, Panggul
fb: Agustina wulandari

=================

Sosok Ibu – oleh Khanti febriyanti

Ibu….
Kasihmu bagai mentari pagi
bagai rembulan di malam hari
terangi relung yang kelam
hangatkan jiwa yang dingin
kuatkan hati yang rapuh

ibu
sungguh besar jasamu
tanpamu tiada aku di dunia ini ibu

terimakasih telah merawatku
dari aku lahir hingga saat ini
tanpa rasa letih dan mengeluh
engkau berikan segalanya untuk ku
ibu
maaf kan aku yang sering membantah perintahmu, mengabaikan nasehatmu,
maaf kan aku ibu
kini ku sadari betapa berharganya nasehatmu ,
aku merindukan mu ibu

Sosok Ibu – oleh Khanti febriyanti
Batam centre,
fb: Kanti Febri Yanti

===

Ma, Ajari Aku Tersenyum – oleh Rahmadean Alifani

Ma, ajarkan aku untuk tersenyum seperti orang dewasa.
Yang mana ia tersenyum tulus meskipun ia merasa sakit
Sakit akan hidup, sakit akan orang-orang, sakit akan harapan-harapannya yang pupus

Ma, aku masih di level pemula di permainan bernama hidup
Masih pemula di tahap kedewasaan
Oleh karena itu, aku masih harus belajar akan bersenyum
Karena kalau tidak hati-hati, senyum itu bisa menyakiti
Betapa sulit untuk tersenyum waktu dewasa ini

Ma, kenapa yang paling sulit kulakukan adalah tersenyum waktu hati merasa sakit?
Aku tahu aku harus tersenyum tapi hatiku tidak mengijinkannya
Dan aku tidak bisa membiarkan orang melihat wajahku yang sedih
Oleh karena itu aku harus tersenyum
Bagaimana caranya agar hati bisa terbujuk untuk membiarkan bibir ini mengulas senyum?
Bagaimana caranya, Ma?

Ma, ajari aku tersenyum seperti orang dewasa
Yang mana ia tersenyum tulus meskipun ia merasa sakit
Sakit akan hidup, sakit akan orang-orang, sakit akan harapan-harapannya yang pupus

Ma, Ajari Aku Tersenyum – oleh Rahmadean Alifani
Bandung
fb: Rahmadean Alifani
rahmalifani.blogspot.com

==

Kasih Seorang Ibu – oleh Miftakhul Khoiriah

Dari segumpal darah dirah*m mu
Sampai terbentuk makhluk titipan mu
Engkau rawat serta menjaga ku
Di dalam badan mu
Walau penuh ketidaknyamanan
Di dalam gerak gerik langkah mu
Sakit . .
Perih..
Tiada terhingga kau rasa
Walau rasa sakit yang terus meliliti
Namun tetap kau tahan
Aku yang tercipta sebagai amanah mu
Sudah kau usahakan
Penuh doa serta usahamu
Oh Ibu. .
Dalamnya lautan samudra
Tidak sedalam kasih sayang mu
Serta luasnya lautan
Tak seluas semua pengorbanan mu

Kasih Seorang Ibu – oleh Miftakhul Khoiriah
Menggala
fb: Miftakhul Khoiriah

========

Maafkan Aku Ibu – oleh Aura Ganis

Duduk termenung di hadapan Senja
Hanya rasa bersalah yang selalu datang
Menyianyiakan dahulu yang pernah ada
Rasa yang dulu telah hilang

Tetes air mata yang tak berarti
Hanya menambah sesak di dada
Semuanya telah hilang dan pergi
Tertusuk dalam hingga ke sukma

Maafkan aku ibu,
Memang sudah tak ada gunanya ku sesalkan
Tapi sungguh ku sangat rindu
Dan hanyalah doa yang bisa ku panjatkan.

Maafkan Aku Ibu – oleh Aura Ganis
Tepi pantai

================

Ibu – oleh Rival Rinaldy

Ibu..tentu kau masih ingat
Janin yang dulu ada di rahimmu.
Yang setia kau jaga dengan cinta kasih tulus
Serta panjatan doa yang mengalir terus menerus..
Hingga tiba saatnya terlahir.
Air mata bahagiamu pecah bersama teriakan tangismu.
Kau usap aku,
Kau peluk dan kau cium keningku.
Seolah kau lupa lelah dan sakitmu.
Seakan terbayar semua harapanmu..
Tumbuh aku jadi bocah nakal yang rewel.
Namun tetap saja kau tak jengkel.
Aku tak tahu..
Terbuat dari apa hatimu.
Hingga kau begitu sabar dan sabar dan sabar mengurusku..

Ya..terimakasih.
Terimakasih banyak.

Ibu,anak yang ingusan dulu
Kini sudah beranjak dewasa..
Dua puluh tahun.
Namun masih seperti dulu.
Hanya merepotkan.
Membuatmu makin khawatir dengan dunia luarku..
Maaf..
Ibu…aku masih butuh doamu.
Jangan pernah tinggalkan aku.
Tetaplah seperti dulu
Tetaplah sayangi aku dengan cinta tulusmu..
Maaf,jika aku hanya mampu ucapkan terimakasih..

Ibu – oleh Rival Rinaldy
Jakarta

==============

Tulisan untuk ibu – oleh Imroatul Nadya

Engkau selalu ada saat tubuhku mulai lelah
Engkau sosok yg selalu sabar menghadapi keegoisanku
Engkau selalu menyayangiku meski terkadang ucapan perbuatan menyakiti hatimu
Engkau adalah malaikat tak bersayap
Cahaya dikegelapan
Yang melindungiku dengan segala doa didalam sujud panjangmu
Yang merangkulku saat yang lain mengacuhkanKu
Matamu bagaikan mutiara putih bening
Hatimu lembut selembut sutra
Bahagiaku bahagiamu jua
Sedihku sedihmu jua
Laraku laramu jua
Kau korbankan waktu, tenaga, materi demi peri kecilmu ini
Beribu ribu terima kasih tag kan mampu membalas jasamu
Semoga engkau diberi panjang umur
Hingga peri kecilmu dapat membuatmu tersenyum bangga.

Tulisan untuk ibu – oleh Imroatul Nadya
Lamongan
fb: Nadya Navikaa

=======

Aku Sayang Ibu – oleh Iin Noviani Retno Syafitri

Ibu
Ingin ku memelukmu
Ingin ku ucapkan beribu sayang padamu
Ingin ku ucapkan jutaan kata terimakasih
Tapi yang ku ucapkan hanyalah kata ma’af
Ribuan bahkan jutaan kali aku membuatmu sedih
Ma’afkan aku Ibu
Disetiap kesalahanku tak pernah kau membenciku
Begitu sabarnya dirimu
Menghadapi ribuan kesulitan yang datang silih berganti
Engkau yang mengajariku tentang kehidupan
Berjuang mempertahankan hidup
Dalam dunia yang keras ini
Memeras keringat dan air mata
Tak ada yang bisa membayar semua yang kau lakukan
Sungguh mulia dirimu
Aku Sayang Ibu Selamanya…

Aku Sayang Ibu – oleh Iin Noviani Retno Syafitri
Kendal – Jawa Tengah

=============

Mamah – oleh Jeri Hawalia Sanjaya

Mamah…
Engkau adalah orang yang telah
Melahirkanku,mengandungku
Selama sembilan bulan..
Engkau yang membesarkanku,
Merawatku hingga sebesar ini..

Mamah…
Engkau yang mengajariku
Berjalan..
Engkau pula yang mengajariku
berbicara..

Mamah..
Tanpamu,aku tidak ada..
Tanpamu doa’mu,aku tidak sukses..

Mamah…
Kau lah jiwa dan ragaku..
kau lah bidadari tak bersayap

Mamah…
Terima kasihku untuk mu

Mamah – oleh Jeri Hawalia Sanjaya
Depok

————–

Pengorbanan IBU – oleh Fransiska Rini Angraeni

IBU,,,
Engkau telah mengandungku selama 9 bulan
engkau melhirkan,merawat,& membesarkanku
mulai aku bayi sampai sekarang ini
dengan penuh Cinta & Kasiah Sayang

IBU,,,
Kau melewati banyak rintangan
Kau rela bekerja demiku
dari pagi hingga sore hari dibawah teriknya matahari
Hanya iringan angin & kicauan burung yang menemaniMu

IBU,,,
walaupun aku menyakiti hatimu
dengan membuat engkau menangis & kecewa,
Tapi,,,
Engau tetap kuat,tegar,& sabar menghadapi perilaku aku
Engkau tidak pernah memperlihatkan keluh kesahmu
Engkau selalu memberikan senyuman termanismu untukku

IBU,,,
Tidak akan pernah ada yang akan menandingi & mengalahkan kehebatanmu
Engkau bagaikan Malaikat yang terlihat
Engkau tidak pernah mengharap budi balas dari anakmu
Engkau rela menderita asalkan anakmu bahagia dan Sukses kelak nanti

IBU,,,
seandainya kau tahu
Enkau adlah Nyawaku,nafasku,jiwaku,& batinku
Bu’
TERIMA KASIH atas semia yang telah engkau perjuangkan & berikan kepadaku selama ini
I LOVE MOM

#SELAMAT HARI IBU

Pengorbanan IBU – oleh Fransiska Rini Angraeni
Bombana,SulTra
Fb; Fransiska rhiny angraeni

==================

Untuk Ibu – oleh Desi

Ibu..
Ingin selalu ku dekapmu
Mencium pipimu
Dan berkata ‘aku menyayangimu ibu’
Ibu..
Kau wanita terhebat
Aku bersyukur menjadi anakmu
Sempat merasakan suapan dari tanganmu
Juga tertidur pulas dalam pelukanmu
Ibu..
Sanggupkah kelak aku menjadi sepertimu
Seperti engkau yang sudah mendidik anak-anakmu dengan penuh kelembutan
Membesarkannya dengan penuh kasih sayang
Mempertaruhkan segala rasa capek, lelah, letih, bahkan sakit, kau kesampingkan rasa itu hanya demi kebahagiaan anakmu
Ibu..
Maafkan aku yang ketika kecil sering menyita tidurmu
Maafkan aku yang ketika kecil sering membuatmu bising dengan suara tangisanku
Maafkan aku yang ketika kecil sudah membuatmu repot dengan sejuta keinginan- keinginanku
Maafkan aku..
Maafkan aku jika aku masih tetap merepotkanmu
Maafkan aku yang tanpa kusadari sikap atau kataku sempat melukai hatimu
Maafkan aku ibu.. Maafkan aku..
Terimakasih untuk semuanya ibu
Aku bersyukur menjadi anakmu
Kau ibu yang terhebat
Aku menyayangimu ibu
Sangat menyayangimu..

Untuk Ibu – oleh Desi
Kediri
fb: desidee

==============

Tak Terhingga – oleh Najwa Futhana Ramadhani

Aku menangis
Air mata ini jatuh membasahi bumi
Aku menangis
Menyadari,
Aku selalu egois

Tangisku tak mengubah segalanya
Tangisku tak dapat mengubah isi hatinya
Aku menyesal
Karena perbuatanku
Aku menyesal
Atas segala kesalahanku

Kini …
Tinggal kududuk menyendiri
Menunggu jawaban hidup ini
Akhirnya kusadari …
Dia telah pergi
Ke pelukan Illahi
Walau telah tiada …
Segala cinta …
Segala kasih sayangnya
Akan selalj membekas di hatiku …
Oh, Ibu …

Tak Terhingga – oleh Najwa Futhana Ramadhani
Bekasi

=============

Ibu – oleh Ade Silvia

Ibu
terimakasih telah menjaga ku
dari aku kecil hingga sekarang
kasih sayang mu sepanjang masa

Tanpa berharap balas jasa
setiap aku butuh dirimu selalu ada
begitu besar jasa mu ibu
engkaulah perisai bercahaya dalam hidup ku

ibu
engkau ajarkan apa yang tak ku tau
melewati hitam putih kehidupan ku
engkau beri kan peluk hangat mu
disaat diri ini jatuh dan rapuh

Ibu
engkaulah semangat ku
dalam setiap langka ku
kasih sayang ku hanya untuk mu ibu

Ibu – oleh Ade Silvia
Palembang
fb: ade silvia agus indra

=========

IBU – oleh Roosmilarsih

IBU

Tak kusadari, saat kau dekat
Tak kusadari saat kau ada
Tak ku rengkuh saat kau di dunia
Tak, tak, tak, ………………………..

Menjadi sesal, menjadi kenangan dalam fana
Tiada waktu yang cukup tuk menyesalinya
Segala pengorbananmu, kini kurasa
Tak da batas waktu, tuk memberi kasih sayang dan cinta

Tiada akhir dari kata memaafkanmu dan cinta yang luas
Seluas hati yang terlapang
Sebesar gunung yang batasnya tak terliat
Menjadi bekal terhebat, dalam perjalananku sekarang

Dan segala apa yang kau kata tiada salah dan cela
Kini, kau telah meninggalkan aku dalam tenang
Tak da waktu tuk mungkin bersua
Ibu aku tersungkur dalam sesal dan doa

IBU – oleh Roosmilarsih
Pekalongan

========

Ibuku cinta – oleh Angga

Di gelap malam ku merenung,
Memikir kan mu.
Ku tatap ke langit tetap gelap,
Tak ada bulan tak ada bintang.
Slalu sendiri dalam kesunyian.
dalam pikiran ku tentang ngkou ibu.
Ngkou yang dulu slalu menemani,merangkul,dan slalu membuat ku tersenyum..
Membuat hari hari ku slalu indah.
Ibu maaf kan ku ini yang slalu membuat kau menangis,
Tak tau berapa banyak air mata yang kou tumpahkan.karna diriku.
Kini ku mengerti betapa besar cintamu ibu….
Ibu maafkan anakmu ini karna belum sempat membuatmu bahagia.
Aku cinta ibu.
Kan ku kenang slalu nasihat yang slalu kou ucapkan dulu sebelum aku tidur…
Terima kasih ibu.
Aku slalu berharap bertemu denganmu walau hanya lewat mimpi…

Ibuku cinta – oleh Angga
Ciamis

=============

Lagu rindu untuk mama – oleh Ida Ismara

Tak pernah sekalipun ku kehilanganmu
Tak sedetik pun kau pernah
tinggalkan ku
Kala ku pilu kau erat memelukku
Kau obati setiap lukaku

Namun kali ini mama
Ku biarkan kau menjauh
Menanggung rasa kecewa
Hatimu merapuh dan luka

Dalam jauhnya dirimu
Kugubahkan syair lagu
Yang ku tulis dengan tangisku
Dan ku kemas dalam rindu

Teganya mama meninggalkanku
Karena prasangka kau pun membisu
Dalam kerinduan ku sertakan doa
Kembalilah padaku dengan cinta

Lagu rindu untuk mama – oleh Ida Ismara
Bandung

========

Rinduku pada ibu – oleh Raisah Adilah

Bu, sehari tanpa senyummu
bagaikan malam tanpa bulan
Sehari tanpa tawamu
Bagaikan langit tanpa bintang
Sehari tanpa dirimu
Bagai hidupku tak berarti

Bu aku hanya ingin kau disini, disampingku, bersamaku

Setiap detik, menit dan jam
Aku hanya memikirkanmu
Aku rindu mencium pipimu
Aku rindu pelukanmu

Hari, bulan, tahun, dan selamanya
Hanya ingin kulewati bersamamu
Aku ingin kau bersamaku bu…

Rinduku pada ibu – oleh Raisah Adilah
Medan

======

Ibu, malaikatku – oleh Mosdalifah
Puisi ini dipublikasikan pada October 26, 2015

Ibu…
Disini kutulis cerita tentangmu
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak koyak oleh masa
Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta
Ibu…
Tanpa lelah kau layani kami
Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Kau terus berjalan diantara duri-duri
Ibu…
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu
Ibu..
Kau lah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayang
Sampai kapanpun itu..
Aku akan tetap mencintaimu..

Ibu, malaikatku – oleh Mosdalifah
Sepudi, Sumenep

loading...
Akhir kata, Terimakasih karena sudah membaca Informasi tentang 88 Puisi tentang Ibu Yang Menyentuh Hati . Kami Harap referensi kami prihal 88 Puisi tentang Ibu Yang Menyentuh Hati ini dapat muaskan rasa kepo anda.
Thanks To : Yahoo | Google.com | Bing | Yandex | Google.com